Rocky Gerung: Butuh Pemimpin yang Terbuka Pada Gagasan Seperti Cak Imin

Rahmad Novandri | Minggu, 19/06/2022 22:59 WIB
Rocky Gerung: Butuh Pemimpin yang Terbuka Pada Gagasan Seperti Cak Imin Rocky Gerung (Pengamat Politik). (Foto: istimewa)

 RADARBANGSA.COM - Mendekati gelaran pesta demokrasi 2024, Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut pentingnya mendorong para politisi yang akan berkontestasi dalam Pilpres agar terbuka pada ide dan gagasan pemikiran terkait masalah utama Indonesia diberbagai sektor. Sebabnya, kata Rocky, keberaadaan buku berisi pemikiran populis dan gagasan inklusi dalam politik membuat politisi terhubung dengan gagasan yang dibutuhkan untuk kesejahteraan publik.

“Supaya bangsa ini terhubung dengan jalan pikiran, bukan hanya dengan jalan tol," ujarnya. 

Hal itu dikatakan Rocky dalam forum diskusi dan peluncuran buku “Mata Air Indonesia Maju: Kumpulan Gagasan Untuk Cak Imin” yang digelar Rumah Politik Kesejahteraan (RPK) di Foodcourd Garuda, Medan, Minggu, 19 Juni 2022. Rocky menyebut Cak Imin sebagai calon pemimpin yang terbuka dan mau mendengar arahan dari sumber pemikiran dan gagasan masalah-masalah pokok Indonesia sekarang ini. 

Meski demikian, Rocky menyebut kehadirannya tidak menandai dia timses Cak Imin. "Saya datang untuk memastikan Cak Imin berani dan mau menjalankan gagasan baik dalam buku ‘Mata Air Indonesia’ ini. Saya bukan pendukung Cak Imin, tapi pengarah," tegasnya disambut riuh tepuk tangan sekitar seratus peserta diskusi tersebut. 

Adapun Buku "Mata Air Indonesia Maju" sendiri berisi 62 tulisan dengan beragam tema dan ide keindonesiaan masa depan. Pembaca disuguhi delapan tema meliputi soal: Ekonomi Inklusif-demokrasi ekonomi, SDM dan jaminan sosial untuk semua, hingga masalah Hak Asasi Manusia dan Tantangan dunia digital. 

Para penulis makalah dalam buku tersebut di antaranya adalah: Adriana Elisabeth, Alfrizal Malna, Arie Sujito, Dian Kartika Sari, Ester Jusuf, Teguh Dartanto, Lily Hikam, Binny Buchori, Timer Manurung, Hanif Dhakiri, Sugeng Bahagijo, Sudibyo Markus, Handrawan Nadesul, Laus Deo Calvin Rumayom, Teuku Kemal Fasya, Yanuar Nugroho, I Ngurah Suryawan, dll. 

Sementara itu, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang memberikan kata pengantar dalam buku tersebut menyatakan “Indonesia masa depan harus dipandu dengan ide-ide besar masa depan. Biarlah masa lalu berlalu. Biarlah masa lalu menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kita semua. Ide-ide besar masa depan itu adalah: bahwa setiap warga adalah penting dan harus dilindungi-dilayani setara, lepas dari kelas sosial, agama dan suku bangsanya. Sumberdaya perlu dikelola secara bersama dan bukan hanya dikuasai oleh korporasi. Dan dengan cara itu, Indonesia berjuang keras untuk menghentikan kesenjangan-ketimpangan sosial ekonomi.”