Gus Muhaimin: PKB Dukung Regulasi Ekonomi Ramah Lingkungan

M. Isa | Senin, 20/09/2021 13:38 WIB
Gus Muhaimin: PKB Dukung Regulasi Ekonomi Ramah Lingkungan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI (foto: radarbangsa/Bang AL)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, PKB memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong regulasi ekonomi ramah lingkungan.

“Sebagai Green Party, PKB memiliki komintmen yang kuat untuk mendorong "regulasi hijau" yang akan membawa pertumbuhan ekonomi, keterjagaan lingkungan, dan sosial, serta menghadirkan kesejahteraan,” kata Abdul Muhaimin Iskandar dalam webinar Road to COP26 ‘Peluang Penerapan Carbon Pricing di Indonesia dan Tantangan BUMN Kita’, Senin 20 September 2021.

Gus Muhaimin-sapaan akrabnya menegaskan, PKB mendukung adanya pajak carbon di Indonesia namun penerapannya harus bertahap. Menurutnya, Pemerintah harus memberikan kesempatan kepada dunia industri untuk beradaptasi dengan tenologi ramah lingkungan.

“Kita mendukung pajak karbon tetapi Indonesia perlu menerapkan secara bertahap karena jika terburu-buru dan pukul rata akan melemahkan daya saing industri di dalam negeri. Di sisi yang lain kita juga perlu memberikan kesempatan industri dalam negeri untuk beradaptasi dan bergerak ke arah teknologi rendah karbon,” tegas Gus Muhaimin.

“Karena industri dalam negeri perlu diberi waktu 5-10 tahun untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan dan memulai investasi teknologi juga perlu diberi waktu dan kesempatan untuk mengadopsi teknologi tersebut,” sambungnya.

Wakil Ketua DPR RI iu menyampaikan, perdagangan karbon merupakan satu alternatif yang perlu ditempuh oleh Indonesia. Namun secara empiris perdagangan karbon memerlukan sayarat-sayarat canggih, “Untuk mampu menarik pendapatan negara dan akhirnya pendapatan negara itu untuk kecukupan fiskal serta kemandirian fiskal Indonesia,” katanya.

“Pajak karbon perlu dimulai dan diberlakukan tetapi dengan skema yang berlapis sesuai dengan besaran akrbon dan komitmen industri untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.