Kondisi Covid-19, Sri Mulyani: Belanja Negara Meningkat

M. Isa | Kamis, 17/12/2020 23:40 WIB
Kondisi Covid-19, Sri Mulyani: Belanja Negara Meningkat Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI). (Foto: twitter @KemenkeuRI)

RADARBANGSA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat postur keuangan negara pada APBN, khususnya penerimaan negara turun namun belanja negara meningkat.

"Hal ini berimplikasi terhadap pelebaran defisit APBN hingga 6,34%. Untuk itu, perlu diperhitungkan pembiayaan sebagai respons cepat pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan persnya melalui kemenkeugoid, Kamis 17 Desember 2020.

Menurut Sri Mulyani, Kemenkeu berhasil menerbitkan Surat Utang untuk pembiayaan meski kondisi pasar bergerak dinamis dan volatile karena pandemi Covid ini. Pemerintah Indonesia berhasil menjual obligasi US$4,3 miliar dalam jangka waktu 10, 30, dan 50 tahun.

Pemerintah juga, katanya, melakukan penerbitan green investment dengan pencapaian kupon terendah tenor 5 dan 10 tahun untuk sukuk global dan penerbitan sukuk global RI pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah.

"Selain itu, pemerintah juga berhasil menerbitkan Samurai Bond sebagai sovereign pertama di pasar Jepang," ungkapnya.

Atas pencapaian tersebut, pemerintah meraih sejumlah penghargaan internasional. Hal ini secara tidak langsung, jelas Sri Mulyani, membuktikan kepercayaan investor atas reputasi Pemerintah Inonesia dalam mengelola keuangan dan pembiayaan termasuk pengelolaan utang yang transparan, detail, dan kredibel. 

"Pemerintah terus menjaga kepercayaan dengan kredibilitas informasi mengenai bagaimana pengelolaan keuangan negara, tidak hanya menambah utang, tetapi juga mengelola penerimaan, mengalokasikan belanja, mengelola pembiayaan secara prudent dan terus melakukan reformasi struktural. Reputasi ini akan terus dijaga sebagai satu kesatuan tanpa terputus," pungkas Menkeu.