Luhut Harap Mekanisme Impor Alat Kesehatan Corona Dipermudah

Ahmad Zubaidi | Jum'at, 20/03/2020 07:52 WIB
Luhut Harap Mekanisme Impor Alat Kesehatan Corona Dipermudah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (foto: setkabgoid)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Juru Bicara (Jubir) Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyampaikan, Menko Luhut B Panjaitan saat ini tengah berusaha memenuhi kebutuhan alat-alat kesehatan yang mendesak untuk penanganan Covid-19.

Menurut Jodi, birokrasi yang ketat terkait penerimaan barang dari luar negeri dalam konteks ini perlu dipermudah. "Walaupun harus tetap memastikan pengawasan," kata Jodi dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2020 malam.

Menurut Jodi, terkait business process, termasuk ketentuan hukumnya untuk menerima seluruh bantuan dari luar negeri baik dari pemerintah, non-pemerintah, swasta akan dipermudah.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan penanganan penyebaran Covid-19," imbuh Jodi.

Jodi menyampaikan bahwa Menko Luhut berharap agar dalam situasi seperti ini, seluruh pihak bisa menjaga kekompakan dan terus berkoordinasi satu sama lain untuk mencari jalan yang terbaik dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat guna mengatasi penyebaran Covid-19 dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

Luhut juga meminta semua langkah yang diambil harus satu komando di bawah pimpinan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

"Kewenangan kementerian akan ditarik ke Satgas yang berada di bawah BNPB dan business process seluruh Kementerian/Lembaga ditarik ke bawah komando BNPB," jelas Jodi.

Luhut memang telah bertemu dengan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo untuk mendiskusikan penggunaan Hotel Patra Comfort sebagai tempat penanganan virus corona atau Covid-19.

Pemerintah juga akan menggunakan Gedung Wisma Atlet, Kemayoran sebagai tempat penanganan penyakit serupa. Luhut mengungkapkan, hal itu dipersiapkan guna memitigasi kemungkinan yang terburuk terhadap penyebaran virus corona.

"Karena kan test kit (alat uji Covid-19) datang, maka data penderita coronavirus ini bisa meningkat. Ini sudah dialami di banyak negara," ungkapnya.