Ketum PKB Sebut Perubahan Sulit Digapai Tanpa Politik

Ahmad Zubaidi | Sabtu, 15/01/2022 11:26 WIB
Ketum PKB Sebut Perubahan Sulit Digapai Tanpa Politik Abdul Muhaimin Iskandar (Ketua Umum DPP PKB). (Foto: Radarbangsacom)

RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang paling sukses di tengah pandemi COVID-19 yang mulai masuk Indonesia sejak awal 2020 yang lalu. 

“Alhamdulillah pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang paling sukses di dalam masa pandemi yang menimpa seluruh lembaga-lembaga pendidikan,” kata Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, saat menghadiri Simaan Rutin Jumat Kliwon di Ponpes Darul Quran wal Irsyad Wonosari, Gunung Kidul, Jumat, 14 Januari 2022.

Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan Haul Almaghfurlah KH. Muhammad Munawir tersebut, Gus Muhaimin juga menyinggung perubahan yang begitu pesat di setiap lini kehidupan, termasuk model berdakwah.

Menurut Gus Muhaimin, dalam kurun waktu 10-15 tahun yang lalu, konten dakwah di media sosial begitu ramai dan dikuasi oleh kelompok-kelompok penentang NKRI dan Pancasila seperti Wahabi. Namun saat ini jemaah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyyah sudah mampu turut serta meramaikan konten medsos.

“Saya masih ingat 10-15 tahun yang lalu dakwah islamiyah di dunia maya didominasi oleh kelompok-kelompok wahabi. Tapi alhamdulillah lima tahun terakhir ini kita berhasil mengejar dan insyaallah lebih unggul dibanding dakwah islamiyah yang lainnya,” tutur Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI ini juga mengajak para santri untuk tidak antipati terhadap politik. Dia menyatakan tanpa peran di politik perubahan-perubahan yang diharapkan tentu akan disulit digapai. “Siapa yang tidak ikut dalam politik tidak akan ikut dalam menentukan perubahan,” ungkapnya.

Dikatakan Gus Muhaimin, perubahan yang begitu pesat memerlukan solusi yang tepat dan cepat juga. Pun demikian bagi kalangan santri di pesantren yang juga perlu bersiap diri menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Gus Muhaimin menyebut tiga tantangan yang harus segera dibenahi menghadapi perubahan. Pertama, Indonesia harus setara. Menurut Gus Muhaimin, sistem ekonomi Indonesia yang belum adil harus lekas dibenahi agar kesetaraan itu terwujud.

Kedua, Indonesia profesional. Gus Muhaimin menjelaskan bahwa pada tahun 2030 mendatang jumlah angkatan muda di Indonesia diperkirakan akan meledak hampir 40 persen dari seluruh populasi.

Ketiga, Indonesia lestari di mana ekonomi Indonesia hanya bergantung pada beberapa aspek, antara lain tambang. Ini harus diubah bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas pembangunan Indonesia.

“Indonesia diharapkan menjadi solusi kelestarian dan berkontribusi bagi keselamatan dunia, baik alamnya maupun peradabannya. Insyaallah Indonesia bersama santri dan juga ulama ahlussunnah waljamaah bisa menjadi alternatif bukan hanya bagi kita, tapi juga dunia,” tukas Gus Muhaimin.

Acara tersebut turut dihadiri Pengasuh Ponpes Darul Quran wal Irsyad KH. A. Kharis Masduqi, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta, Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiono, Ketua DPW PKB Jateng KH. Yusuf Chudlori, Stafsus Menteri Perdagangan Lukmanul Khakim, serta ratusan santri Ponpes Darul Quran wal Irsyad.