Gus Muhaimin Sebut Tantangan Pendidikan di Era Pandemi Semakin Sulit

M. Isa | Jum'at, 20/08/2021 17:15 WIB
Gus Muhaimin Sebut Tantangan Pendidikan di Era Pandemi Semakin Sulit Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (foto: radarbangsa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM – Pandemi Covid-19 selain berdampak pada persoalan kesehatan dan ekonomi, juga berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, saat ini tantangan di bidang pendidikan semakin sulit.

”Tantangan pendidikan semakin sulit. Model pendidikan virtual atau daring belum efektif. Tidak ada jalan lain, apapun model pendidikannya, yang di Maluku, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, apapun modelnya, mau daring, mau tatap muka yang penting semangat mencari ilmu tidak boleh berhenti. Semangat untuk menguasai ilmu tidak boleh berhenti. Semangat untuk terbaik di dalam mencari ilmu tidak boleh berhenti,” ujar Gus Muhaimin saat memberikan sambutan dalam acara bertajuk ”Refleksi Muharram 1443 H bersama Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar dan Anak-anak Yatim” yang disiarkan secara virtual, Jumat (20/8/2021).

Dikatakan Gus Muhaimin, tahun ini menjadi tahun keprihatinan ilmu pengetahuan, namun juga harus menjadi tahun kebangkitan ilmu pengetahuan sekaligus kebangkitan Indonesia. ”Kenapa harus bangkit? Sudah terbukti kita terlambat mengatasi pandemi karena kita tidak punya ilmu dan teknologi. Kita terlambat memiliki vaksin, harus ngantre beli karena kita tidak bisa bikin. Kita terlambat mendeteksi penyakit kita karena kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Menurut Gus Muhaimin, bangsa ini harus memiliki tekad yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. ”Adik-adik sekalian, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Rebut, mampukan diri, insyaallah Indonesia bisa bikin vaksin sendiri, bisa bikin obat sendiri, bisa bikin alat-alat kesehatan sendiri, tidak perlu beli mahal-mahal impor dari negara-negara lain,” ungkapnya.

Gus Muhaimin mengatakan, wajar jika selama ini banyak orang yang curiga Covid-19 ada yang sengaja menciptakannya. ”Wajar, ini semua ada yang banyak yang curiga. Ini jangan-jangan Covid-19 ini ada yang bikin di luar negeri supaya biar bisa jualan obat. Nanti tidak perlu lagi (Jika kita menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi). Penyakit apapun kita punya alatnya sendiri suatu hari,,” harapnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa kita harus berubah menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih kokoh untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin juga secara khusus menyapa para anak yatim dari seluruh Nusantara yang tergabung dala acara virtual tersebut. ”Anak-anakku semua dari seluruh Tanah Air yang bergabung, apakah sudah bisa mendengar suara saya?” sapa Gus Muhaimin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap Tahun Baru Muharram 1443 H menjadi semangat dan energi baru untuk bangkit dari keterpurukan. ”Ibadah kita insyaallah lebih baik, salat kita lebih banyak, salat sunnahnya, shodaqohnya, belajarnya lebih kenceng. Insyaallah dengan tekad ini, Allah mendengar semangat kita. Kita niatkan tahun ini tahun ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah,” harapnya.

Kepada para anak yatim se Tanah Air, secara khsusu Gus Muhaimin juga meminta doa agar pandemi ini segera berakhir dan segalanya menjadi lebih baik, dan yang terpenting selamat di dunia dan akhirat. ”Saya juga mohon doanya dari anak-anakku semua, moga-moga saya sukses mempin perjuangan ini, moga-moga saya lancar dalam melaksanakan perjuangan ini. Moga-moga saya diberi kekuatan dan keselamatan oleh Allah dalam menjalankan perjuangan ini. Moga-moga saya bisa memimpin Indonesia sehat, kuat, sejahtera dan maju lebih baik dari negara lainnya, amin,” pungkas Gus Muhaimin.