Terima Kunjungan Dubes China, Gus AMI Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Pertanian

Anata Lu’luul Jannah | Senin, 19/04/2021 15:25 WIB
Terima Kunjungan Dubes China, Gus AMI Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Pertanian Gus AMI menerima kunjungan Dubes China, Xiao Qian di kantor DPP PKB (foto Radarbangsa/TAP)

RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI menyampaikan selamat ulang tahun yang ke 100 tahun berdirinya Partai Komunis China (CPC).

Hal itu disampaikan Gus AMI secara langsung kepada Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian saat menyambangi kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jalan Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat, Senin, 19 April 2021.

“PKB mengucapkan selamat ulang tahun kepada CPC. CPC adalah partai yang sangat matang, dan telah menjadikan China sebagai negara yang disegani dunia,” kata Gus AMI.

Wakil Ketua DPR RI itu menyatakan, PKB dan juga CPC memiliki kesamaan visi kebangsaan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. CPC, kata Gus AMI, merupakan partai berbasis pengembangan ekonomi, sementara PKB partai berbasis keagamaan.

Melalui pertemuan billateral tersebut, Gus AMI berharap PKB dan CPC dapat mempererat kerjasama, khususnya di bidang ekonomi demi demi mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

“China adalah salah satu negara yang berhasil mengelola ekonomi secara baik. Harapannya kerjasama antara Indonesia dan China dapat berkembang secara baik,” ungkap Gus AMI.

Gus AMI juga menyinggung sektor pertanian baik di Indonesia maupun China. Menurut Gus AMI, PKB menaruh harapan besar untuk menjalin kerjasama bidang pertanian dengan CPC agar lebih berkembang dan maju.

“China dan Indonesia punya banyak kesamaan, salah satunya kedua negara sama-sama maju dalam sektor pertanian. Saya berharap dapat meningkatkan kerjasama ini,” tukas dia.

Turut hadir mendampingi Gus AMI, Sekjen DPP PKB, M Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun A Syamsurijal, Anggota Komisi IV Fraksi PKB DPR RI, Luluk Nurhamidah, serta sejumlah pengurus DPP PKB lainnya.