DKI PSBB Total, PKB Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat Kelas Menengah

Rahmad Novandri | Kamis, 10/09/2020 19:35 WIB
DKI PSBB Total, PKB Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat Kelas Menengah Daniel Johan (Ketua DPP PKB). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pekan depan. Untuk itu, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) meminta pemprov DKI memikirkan nasib masyarakat kelas menengah yang pekerjaannya terdampak akibat kebijakan tersebut.

"Bisa semakin bonyok rakyat kita, tapi ini memang pilihan terbaik saat ini. Pemerintah tidak memiliki banyak pilihan, sebagai wujud menjaga keselamatan warganya sesuai arahan Presiden," kata Ketua DPP PKB, Daniel Johan, Kamis, 10 September 2020.

Menurutnya, kebijakan pengetatan seperti awal pandemi COVID-19 lalu memang diperlukan mengingat angka kasus corona di DKI semakin tinggi. Namun, Daniel meminta pemerintah tidak melupakan nasib masyarakat kelas menengah yang kemungkinan menjadi kelompok bawah akibat pandemi COVID-19.

"Ini adalah pilihan pahit yang harus diambil dan dilalui secara bersama-sama, yang penting adalah pemerintah wajib menyediakan dan menjamin pangan perut rakyat termasuk kelompok menengah yang mendadak miskin karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Ini yang harus benar-benar diperhatikan pemerintah," tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu, 9 September 2020, mengatakan bahwa DKI kembali menerapkan PSBB Total. Keputusan tersebut akan berlaku mulai Senin, 14 September 2020 mendatang.

"Dalam rapat Gugus Tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu," kata Anies.