Pesan Gus Muhaimin kepada Umat Islam: Tidak Usah Terprovokasi Apapun!

Ahmad Zubaidi | Minggu, 08/12/2019 09:07 WIB
Pesan Gus Muhaimin kepada Umat Islam: Tidak Usah Terprovokasi Apapun! Gus Muhaimin memberikan sambutan pada acara Dialog Kebangsaan dan buka puasa bersama di rumah dinasnya (dok Radarbangsa/Labieb)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengimbau masyarakat khususnya ormas-ormas keagamaan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sedang berkembang belakangan ini.

Permintaan Gus Muhaimin dilakukan untuk menenangkan sebagian kelompok yang sedang emosi karena tak terima dengan ceramah yang disampaikan oleh Kiai Muda Nahdlatul Ulama (NU) KH. Ahmad Muwaffiq atau populer disapa Gus Muwaffiq.

"Kepada umat Islam semua, tidak usah terprovokasi apapun, kedepankan persaudaraan dan kekeluargaan, ukhuwwah Islamiyah," ujar Cak Imin melalui Twitter pribadinya, Sabtu, 7 Desember 2019.

Wakil Ketua DPR RI ini mengingatkan kepada umat Islam untuk mengedepankan musyawarah dengan kepala dingin, bukan dengan aksi anarkistis yang sangat merugikan banyak pihak.

"Sejarah konflik membuktikan kerusakan dan kerugian besar. Saatnya membangun khoiro ummah," tutur Gus Muhaimin.

Diketahui sebelumnya dalam sebuah video ceramah Gus Muwafiq di Purwodadi, Jawa Tengah, ulama berambut gondrong ini disebut-sebut melecehkan masa kecil Rasulullah.

Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut dengan cepat viral. Akibatnya, Gus Muwafiq pun dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama.

Buntut dari tuduhan tersebut pun berlanjut pada Jumat, 6 Desember 2019, massa Banser Nahdlatul Ulama nyaris bentrok dengan massa dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Forum Umat Islam Surakarta (FUIS).

Kendatipun mendapat penolakan, Gus Muwafiq tetap hadir memberi tausiyah di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo.

Gus Muwafiq tiba di Al-Muayyad sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu malam. Setelah acara pembukaan dan pembacaan ayat Alquran, Gus Muwafiq memulai ceramahnya dalam bahasa Jawa.