Umrah Dibuka Lagi, Ketum PKB: Alhamdulillah, Kita Sudah Lama Rindu

Ahmad Zubaidi | Selasa, 12/10/2021 08:02 WIB
Umrah Dibuka Lagi, Ketum PKB: Alhamdulillah, Kita Sudah Lama Rindu Deklarator Majelis Pencinta Solawat Nabi Muhammad SAW (Pesona) Abdul Muhaimin Iskandar (foto: radarbangsa/ Bang AL)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan lampu hijau pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah dari Indonesia. Kepastian tersebut setelah disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi setelah Pemerintah Arab Saudi menyampaikan nota diplomatik Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menilai hal itu merupakan kabar bahagia yang sudah cukup lama dinantikan masyarakat muslim Indonesia. Mereka dia sebut sudah lama menahan rindu beribadah umrah.

“Masyarakat kita sudah lama merindukan bisa melaksanakan ibadah umrah. Setelah cukup lama tidak digelar umrah akibat pandemi, alhamdulillah kini Pemerintah Arab Saudi memberikan izin kembali bagi jamaah umrah Indonesia," ujarnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Gus Muhaimin mengatakan bahwa keluarnya kembali izin umrah tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Arab Saudi percaya Indonesia mampu menangani pandemi Covid-19. "Alhamdulillah, saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air terus turun, dan semoga kondisi terus membaik. Saya mengajak masyarakat untuk tidak lengah, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tuturnya.

Gus Muhaimin juga meminta Pemerintah dan juga agen-agen travel umrah agar menyiapkan secara maksimal pemberangkatan calon jamaah umrah sehingga nantinya ketika sudah benar-benar terlaksana tidak ada lagi kendala di lapangan.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi mengatakan, Pemerintah Arab Saudi akan mempertimbangkan jemaah Indonesia untuk menjalani karantina selama lima hari, apabila mereka tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.

Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia saat ini juga sedang bekerja untuk meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jamaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

Di dalam nota diplomatik tersebut juga disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.