Lampaui Gerindra, Ketum PKB Optimis Posisi Dua Besar di Pemilu 2024

Ahmad Zubaidi | Senin, 11/10/2021 09:12 WIB
Lampaui Gerindra, Ketum PKB Optimis Posisi Dua Besar di Pemilu 2024 Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (foto: pkb/bang AL)

RADARBANGSA.COM – Elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam berbagai hasil sejumlah survei terus menunjukkan tren peningkatan yang cukup positif. Bahkan, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Saiful Muzani Research & Consulting (SMRC) pada pekan lalu, elektabilitas PKB sudah berhasil melampaui Partai Gerindra.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) optimistis PKB bakal menggusur Golkar di posisi kedua, setelah berhasil melampaui Gerindra dan kini bertengger di posisi tiga besar di bawah PDIP dan Golkar. ”Insyaallah kita yakin minimal posisi dua. Dulu di survei-survei itu PKB selalu jelek, rangking 5, 4 paling tinggi. Setahun terakhir selalu bertengger kalau nggak 2 ya 3. Kalau nggak di atas Golkar ya di atas Gerindra,” ujar Gus Muhaimin saat membuka Musyawarah DPC PKB se-Bali di Denpasar, Minggu, 10 Oktober 2021.

Dikatakan Gus Muhaimin, hasil survei dari sejumlah lembaga survei dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan bahwa masyarakat memberikan kepercayaan dan harapan yang tinggi terhadap PKB. Tren positif ini tidak lepas dari kinerja PKB di berbagai level selama ini dalam menjalankan tugas-tugas politik baik di legislatif maupun eksekutif.

Kinerja para wakil dari PKB mulai dari tingkat DPRD II, DPRD I, hingga DPR RI, menurut Gus Muhaimin, semua mengambil peran yang efektif dan nyata dirasakan masyarakat. ”Kader-kader PKB memiliki kepedulian yang tinggi. Saya optimistis, meskipun kita tidak punya infrastruktur kecurangan, tapi kita punya energi dan kinerja yang bagus,” katanya.

Menurutnya, untuk bisa berada di posisi dua besar pada Pemilu 2024 mendatang, sudah ada berbagai indikasi, selain hasil sejumlah survei yang menunjukkan tren positif bagi PKB. ”Kita sudah berada di parpol papan atas. Indikasi itu adalah kecenderungan yang mungkin pasti terjadi jika syarat-syaratnya terpenuhi. Apa itu syaratnya? Yakni kinerja, berfikir strategis, melangkah strategis, dan tepat sasaran. Kalau kinerja selesai, indikasi (meraih dua besar) mutlak selesai,” urainya.

Hal yang juga tidak kalah penting adalah dengan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) partai. Karena itu, Gus Muhaimin meminta seluruh jajarannya mulai dari tingkat ranting, DPC, DPW, hingga DPP untuk terus meng-update kapasitas diri. ”PKB punya potensi SDM yang luar biasa. PKB punya SDM unggul, punya integritas dan moral tinggi. Punya kualitas tahan banting, fighting spirit tinggi. Hidup dari bawah karakternya. Kemudian punya kultur kolektivitas tinggi. Saling menopang, tidak saling menghancurkan,” paparnya.

Optimisme itu juga muncul karena saat ini di internal PKB tidak ada lagi konflik yang tercipta. ”Tidak ada lagi konflik. Persaingan internal itu kita akhiri. Mudah-mudahan berjalan aman, lancar, tidak ada kendala, semua saling bahu-membahu,” katanya.

Menurutnya, peluang untuk memenangkan Pemilu 2024, minimal di posisi dua besar ada, karena PKB tidak pernah bermain-main dalam mengurus negara. ”Tak ada motif-motif lain selain amanat dari para pendiri PKB. Partai ini bukan karena arisan kepentingan. Para pendiri partai ini mereka habis mendirikan tak pernah berfikir macam-macam. Sejak awal partai ini didirikan dari NU untuk bangsa. Basisnya NU, tapi diabdikan total untuk NKRI. Modal besar pendiri PKB adalah nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Kata Gus Dur, di atas politik itu adalah kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam pembukaan Muscab DPC PKB se-Bali tersebut menyampaikan rasa hormat terhadap PKB yang sebelumnya menjadikan Bali sebagai tempat berlangsungnya Muktamar V pada 2019 lalu. ”Terima kasih ketua umum Gus Muhaimin yang telah berkunjung ke Bali. Kehormatan buat kami di Provinsi Bali, dan ini menjadi bagian upaya bersama untuk menghidupkan perekonomian Bali,” katanya.

Politikus PDIP ini mengatakan bahwa hubungan dirinya sebagai Gubernur Bali dengan PKB selama ini terjalin cukup bagus. ”Kami tidak ada hambatan apapun dengan PKB. Kalau sekarang PKB sudah memiliki struktur di 57 kecamatan, itu struktur yang sangat baik. Ke depan mudah-mudahan bisa berjalan bersama-sama, bersinergi mendukung Provinsi Bali,” ungkapnya. (*)