Erick Thohir Sebut Digitalisasi Kunci Lawan Pandemi

Rahmad Novandri | Rabu, 16/12/2020 21:05 WIB
Erick Thohir Sebut Digitalisasi Kunci Lawan Pandemi Erick Thohir (Menteri BUMN). (Foto: twitter @KemenBUMN)

RADARBANGSA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai inovasi digitalisasi sebagai kunci untuk menghadapi musuh seperti pandemi baik pada saat ini maupun akan datang.

"Kita mesti ingat musuh kita ke depan adalah pandemi, karena itu banyak hal yang namanya digitalisasi ini sangat membantu," ujar Erick Thohir dalam seminar daring di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2020.

Menurutnya, tabungan digital yang dilakukan Himbara, kuncinya adalah meningkatkan pelayanan kepada nasabah terutama di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut tentunya untuk mencegah penularan dan penyebaran pandemi melalui pertemuan tatap muka atau langsung.

"Tentu selain tadi, yang terpenting peningkatan pelayanan untuk nasabah Himbara sendiri," tuturnya.

Dalam paparannya, Menteri Erick menilai aplikasi pembelian tiket feri ASDP secara online melalui Ferizy saat ini memudahkan masyarakat. Di samping itu, Pasar Digital (PaDi) UMKM merupakan platform digital untuk mempertemukan BUMN dengan UMKM di berbagai bidang
usaha termasuk advertising, jasa konstruksi, dan katering.

Menteri BUMN menambahkan bahwa BRI juga meluncurkan Pasar.id untuk bagaimana mempermudah pertemuan antara pedagang pasar dengan konsumennya. "Digitalisasi dalam hal ini juga kita bicara pedagang pasar atau kecil dengan akses terbatas dan perlu modal. Ini juga kita sinergikan," katanya.

Hal-hal ini, lanjut Erick, diyakini inovasi digitalisasi yang ada di BUMN tidak hanya meningkatkan daya saing BUMN sendiri, melainkan juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga memastikan keberpihakan kepada yang kecil serta terus mendukung program pemerintah.

"Karena BUMN sendiri selain diharuskan untuk berbisnis, memberikan dividen yang besar kepada negara, tetapi tidak lupa juga meningkatkan pelayanan kepada public services mengingat BUMN merupakan lokomotif daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandasnya.