Nur Nadlifah Fasilitasi Rapid Test Santri Gratis

Rahmad Novandri | Minggu, 02/08/2020 20:46 WIB
Nur Nadlifah Fasilitasi Rapid Test Santri Gratis Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Nur Nadlifah atau Mbak Nad memfasilitasi rapid test gratis untuk santri di Pondok Pesantren Al Amariyah, tegal, Jawa Tengah, Minggu (2/8). (Foto: istimewa)

TEGAL, RADARBANGSA.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melakukan Rapid Test pada ratusan santri putra dan putri di Pondok Pesantren Al Amiriyah Kambangan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Program rapid test khusus santri Al Amariyah ini dilakukan pada Minggu, 2 Agustus 2020 sore.

Pengasuh pesantren KH. Syamsul Arifin, menyampaikan terima kasih atas fasilitas dari Nur Nadlifah selaku Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia mengaku sangat senang dengan pelayanan tes rapid yang cepat dan nyaman.

"Untuk mendapatkan tes tanpa biaya, menjadikan santri jadi tenang dan dinyatakan sehat, namun protokol kesehatan tetap diberlakukan untuk mencegah COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Nur Nadlifah mengatakan bahwa tujuan membuka pelayanan rapid test secara gratis adalah untuk memberikan rasa aman kepada seluruh santri ketika berada di pondok pesantren. "Dengan rapid test nantinya tidak akan ada penularan antar santri," kata Mba Nad, panggilan akrabnya usai kegiatan rapid tes santri gratis, Minggu, 2 Agustus 2020.

Rapid test menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi terinfeksi Covid-19 dalam tubuh manusia. Pemeriksaan rapid test hanya merupakan penapisan awal. Selanjutnya, hasil pemeriksaannya harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR.

Pemeriksaan Rapid Test bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di luar itu selama dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompetensi dan beradsal dari fasilitas pelayanan kesehatan. Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus korona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus korona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus korona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Terakhir, Mba Nad berharap, dengan rapid test yang ada memberikan rasa nyaman dan tenang pada santri dan para dewan asatiz.