Viral! Dikatain Binatang oleh OTK, Anggota Banser Depok Sabar dan Tidak Melawan

Sodiqul Anwar | Selasa, 10/12/2019 22:25 WIB
Viral! Dikatain Binatang oleh OTK, Anggota Banser Depok Sabar dan Tidak Melawan Tangkapan layar video seorang anggota Banser dimaki-maki oleh orang tak dikenal (Whatsapp)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Seorang Anggota Banser Kota Depok, Jawa Barat, dihadang dan dikatain binatang oleh orang tidak dikenal. Walaupun begitu Banser menghadapi dengan sabar dan tidak melawan.

Kejadian ini terlihat dalam rekaman video berdurasi satu menit beredar luas di dunia maya. Dalam video tersebut terlihat anggota Banser lengkap dengan seragam Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab), kota Depok, sedang dimaki-maki orang tidak dikenal. Selama proses pengambilan video, nampak Banser dari awal hingga akhir video tidak banyak berbicara. Justru ia lebih sering membuang muka, menghindari perselisihan.

Namun sebaliknya, oknum perekam yang mengaku sebagai Jawara setempat lebih aktif berbicara dengan nada tinggi dan kasar.

“Hai .....(menyebut nama hewan), mana KTP Lo, mau lihat. Ngapain di Jakarta, Tanah gue di Betawi. Kamu ngapain. Mengawal Gus Muwafiq,” kutip percakapan oknum perekam vidio.

Masih kata oknum perekam video, aa memaksa mengajak takbir Anggota Banser. Merasa Banser tidak mengikuti ajakan takbir, oknum tersebut mempertanyakan keislaman dan menuduh Banser kafir. Tidak puas dengan sikap Banser, oknum perekam video masih berkata kasar dengan menyebut nama binatang ditujukan kepada Banser tersebut.

Menanggapi hal itu, kami mencari kebenaran video tersebut. Diketahui Banser dalam video tersebut bernama Eko dan temannya Wildan, anggota Banser Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Sukmajaya.

Berdasarkan keterangan, kejadian tersebut pada Selasa sore, pukul 15.00 WIB, di jalan Menlu Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Eko dan sahabatnya melakukan perjalanan menuju lokasi kegiatan dalam rangka pengamanan kegiatan pengajian acara Maulid Nabi oleh Gus Muwafiq. Adapun lokasi pengajin di Masjid Al Muhajirin di komplek Deplu, Cipadu, Tanggerang.

“Di tengah perjalanan Saya dan Wildan di pepet suruh minggir. Dia memaki-maki saya dan sahabat saya,”. Terang Eko saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, pada 10 Desember 2019.