Luhut Temui Menlu Tiongkok Bahas Kerjasama Perdagangan dan Vaksin

Anata Lu’luul Jannah | Senin, 12/10/2020 08:09 WIB
Luhut Temui Menlu Tiongkok Bahas Kerjasama Perdagangan dan Vaksin Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman RI). (Foto: ricardo/jpnn)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan resmi kepada Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi, di Tiongkok pada tanggal 9-10 Oktober 2020.

Luhut menerangkan jika pertemuan tersebut membahas kerjasama bilateral khususnya di sektor perdagangan dan investasi, kesehatan, pendidikan dan riset, vaksin, e-commerce, intelegensi artifisial (kecerdasan buatan) serta pertukaran budaya.

Ia mengatakan jika Pemerintah RRT akan segera menindaklanjuti permohonan dari Luhut agar ada peningkatan akses pasar untuk buah tropis, produk perikanan dan seafood, serta sarang burung wallet dan penambahan impor batu bara dari Indonesia.

RRT juga akan ikut mendorong keterlibatan perguruan tinggi RRT dalam pengembangan Pusat Konservasi, Penelitian dan Inovasi Tanaman Obat Tiongkok-Indonesia di Humbang Hasudutan, Sumatera Utara.

“Pusat ini bisa kaya sekali dengan herbal yang berjumlah 30,000 species lebih, saya berharap dukungan dari Zhejiang University, Yunnan University, dan Pusat Riset Unggulan di Bidang Tanaman Obat dan Industri Terkait” ujar Menko Luhut.

Pertemuan tersebut juga membahas kerja sama pengembangan Tsinghua South East Asia Center di Pulau Kura-Kura, Bali. Luhut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Tiongkok dapat mendorong para profesor dan pakarnya melakukan kolaborasi riset dengan Tsinghua South East Asia Center dan agar perusahaan teknologi seperti Huawei, dan Tencent ikut berinvestasi disana.

Sementara itu, Menlu Wang Yi menyatakan bahwa pihak Tiongkok selalu memandang hubungan Tiongkok-Indonesia dari sudut strategis. Kedua negara diharapkan dapat memperkokoh saling percaya politik dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kerja sama di berbagai area telah mencapai progress yang luar biasa cepat,” ungkap Yi.

Terkait dengan kerja sama alih teknologi vaksin, RRT menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan kapasitas produksi vaksin terkuat di Asia Tenggara sehingga bisa menjadi peluang bagi perusahaan Tiongkok.

“Kami akan mendukung perusahaan kami untuk meningkatkan kerja sama, khususnya berbagi teknologi dan pengalaman, supaya Indonesia bisa menjadi pusat produksi vaksin di kawasan Asia Tenggara,” tukasnya.