Tak Cukup Klinik, Nihayatul Wafiroh Dorong RI Bangun RS Haji-Umrah di Saudi

Ahmad Zubaidi | Jum'at, 01/07/2022 16:00 WIB
Tak Cukup Klinik, Nihayatul Wafiroh Dorong RI Bangun RS Haji-Umrah di Saudi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh meninjau fasilitas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah (foto FB Nihayatul Wafiroh)

RADARBANGSA.COM - Masalah kesehatan selalu menjadi satu sorotan penting dalam setiap pelaksanaan ibadah haji. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menilai, pemerintah perlu segera mendirikan rumah sakit khusus jemaah haji dan umrah, terutama di wilayah Makkah.

Perempuan yang akrab disapa Ninik ini menyatakan, rumah sakit begitu penting dan keberadaannya nanti dapat melayani perawatan kesehatan bagi seluruh jemaah haji dan umrah Indonesia yang membutuhkan.

“Melihat jumlah jemaah haji Indonesia itu terbesar di seluruh dunia, sudah waktunya Indonesia memiliki rumah sakit di Saudi. Karena ini bukan saja menyangkut waktu haji, tapi juga menyangkut saat umrah. Dan jumlah jemaah umrah lebih banyak dari jumlah jemaah haji,” kata perempuan yang akrab disapa Ninik, Jumat, 1 Juli 2022.

Permintaan Ninik tersebut terungkap usai dirinya melakukan sidak dalam rangka pengawasan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah Selasa, 28 Juni 2022 waktu setempat. Saat itu ia melihat fasilitas di KKIH belum memadai, termasuk terkait peralatan medis.

“Dalam kondisi tertentu pasien akan dirujuk ke rumah sakit Saudi. Ini menimbulkan prikologi yang berbeda (saat dirujuk ke RS Saudi). Karena satu tidak bisa ditunggi oleh keluarga, kedua pasien tidak bisa bahasanya (Arab). Jadi untuk melakukan keluh kesah tentu komunikasinya akan sulit,” ujar Ninik.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berujar, ada sejumlah peralatan medis yang seyogyanya disediakan oleh tenaga medis khusus menangani pasien jemaah haji-umrah Indonesia. Seperti alat hemodialisis untuk pasien yang memerlukan cuci darah.

“Jadi selama ini pasien yang perlu cuci darah ya harus ke rumah sakit (Saudi), kalau kita punya alat itu satu saja di sini ini penting sekali dan pasien tidak perlu ke rumah sakit Saudi,” ungkap Ninik.

Oleh sebab itu Ketua Bidang Kesehatan dan Penguatan Inklusi Disabilitas DPP PKB ini menilai Indonesia sudah waktunya membangun rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai untuk menjamin kesehatan seluruh jemaah haji dan juga umrah selama berada di Arab Saudi.

Selain itu, Ninik juga mendorong Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengubah nomenklatur kesehatan agar tidak hanya fokus pada jemaah haji saja, namun juga jemaah umrah yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Ia menjelaskan nomenklatur kesehatan haji dan umrah sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Seharusnya nomenklatur Pusat Kesehatan Haji Kemenkes tidak hanya fokus pada haji saja, tapi juga Pusat Kesehatan Umrah. Ini harus diubah, sehingga fokusnya adalah haji dan umrah sesuai ,” pungkas Ninik.


Berita Terkait :