Gus Muhaimin: PMII Harus Menjadi Penentu Kebijakan dan Masa Depan RI

Ahmad Zubaidi | Minggu, 23/01/2022 13:06 WIB
Gus Muhaimin: PMII Harus Menjadi Penentu Kebijakan dan Masa Depan RI Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (foto istimewa)

RADARBANGSA.COM - Omah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta menggelar reuni lintas angkatan Ikatan Alumni (IKA) PMII sekaligus peringatan Haul wafatnya dua senior PMII, KH. Slamet Effendy Yusuf dan Arief Mudatsir Mandan di aula Omah PMII, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Minggu, 23 Januari 2022.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengaku bangga saat ini kiprah PMII semakin besar bagi Indonesia. Banyak kader PMII ia sebut sudah mewarnai Indonesia.

"Moga-moga ke depan PMII tidak hanya mewarnai, tapi bisa menentukan masa depan Indonesia. Mohon doanya mohon restunya insyallah saya akan ikut menentukan,” kata Gus Muhaimin.

Ia juga mendorong seluruh kader PMII tidak antipati terhadap politik. Gus Muhaimin menyampaikan bahwa PMII harus menjadi penentu kemajuan Indonesia. “Saya mengajak kader PMII jangan jauhi politik, kalau anda jauhi politik anda tidak akan ikut menentukan kebijakan. PMII harus menjadi penentu masa depan Indonesia, PMII juga harus mewarnai dinamika politik,” pesan Gus Muhaimin.

Reuni dan haul ini dihadiri tokoh-tokoh PMII Yogyakarta, antara lain dai muda Nahdlatul Ulama KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq dan KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, Dubes Arab Saudi Agus Maftuh Abegibriel, serta ratusan kader PMII lainnya.

“Alhamdulillah setelah pandemi 2 tahun baru hari ini bisa lebih leluasa. Saya senang bisa hadir di Haul mas Slamet dan pak Arief Mudatsir Mandan. Kita doakan amal ibadah beliau-beliau diterima Allah,” kata Gus Muhaimin.

Di sisi lain, Gus Muhaimin menyebut sosok Slamet Effendy Yusuf begitu memberi pengaruh dalam perjalanannya sejak menjadi kader hingga saat ini. Menurutnya tanpa tempaan Slamet, dia merasa tak yakin dapat berkiprah dan berkarir sejauh ini di Indonesia.

“Dulu mas Slamet fanatiknya kepada PMII Jogja itu luar biasa, minta ampun. Pokoknya kalau setiap kongres PB PMII pertanyaannya selalu ada nggak kader Jogja yang maju? Termasuk saya ini akhirnya bisa menjadi Ketua Umum PB PMII itu ya berkat fanatiknya mas Slamet. Alfaatihah untuk beliau,” tutur Gus Muhaimin.

Momentum Haul tersebut juga dimanfaatkan Gus Muhaimin reuni dengan sahabat-sahabat seangkatan di PMII dulu. “Banyak juga teman-teman seangkatan saya yang hadir, ada Fahmi ini dulu kalau nempel atribut demo pakai kanji, tapi kalau sudah lapar kanji itu dimakan juga,” seloroh Gus Muhaimin.

“Satu lagi, ini mungkin tidak banyak yang tahu. Saya di IAIN itu sekelas sama pak Agus Maftuh (Dubes Arab Saudi), dia (PMIInya) seangkatan dengan saya. Tapi karena pak Agus ini juga saya keluar dari IAIN, karena dia pintar. Saya memang nggak bisa kalau berkumpul dengan orang pintar, haha,” canda Gus Muhaimin disambut gelak tawa hadirin.