Gus Muhaimin Ungkap Spirit Perubahan di Depan Santri Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Rahmad Novandri | Jum'at, 14/01/2022 13:11 WIB
Gus Muhaimin Ungkap Spirit Perubahan di Depan Santri Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Abdul Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR RI). (Foto: Radarbangsacom)

RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, perubahan yang begitu pesat di setiap lini kehidupan memerlukan solusi yang tepat dan cepat juga. Pun demikian bagi kalangan santri di pesantren yang juga perlu bersiap diri menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Demikian disampaikan Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, saat menghadiri Dialog Kebangsaan bersama Ulama, Kiai, santri serta mahasiswa Universitas Ibrahimi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, Kamis, 13 Januari 2022.

Turut pula hadir pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah KH. Ahmad Azaim Ibrahimy, Rektor Universitas Ibrahimy Prof. Dr. Abu Yasid, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Stafsus Menteri Perdagangan Lukmanul Khakim, serta Bupati Situbondo Karna Suswandi.

“Akhir-akhir ini kita harus rajin diskusi untuk mencari solusi yang tepat. Sekarang banyak perubahan yang begitu cepat, saint dan teknologi begitu pesat perkembangannya. Begitu juga di dunia pesantren juga perlu menyiapkan diri dan turut mencari solusi,” kata Gus Muhaimin dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Januari 2022.

“Intinya perubahan begitu dramatis, dan memerlukan antisipasi yang cepat. Sekarang alat tukar sudah tidak menggunakan bank langsung. Di suasana seperti ini cara dakwah kita juga harus dipersiapkan sebaik-baiknya,” imbuh dia.

Perubahan tersebut disebut Gus Muhaimin tidak hanya dirasakan saat ini, namun dalam jangka panjang akan terus mengalami perkembangan yang signifikan. Karena itu dia berpesan, kalangan santri dan juga mahasiswa di lingkungan pondok pesantren untuk menyiapkan diri sebaik mungkin.

“Ke depan juga begitu, apapun perubahan zaman saya kira universitas ibrahimi jadi ujung tombak perubahan pondok pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam memenuhi berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

“Anda semua mahasiswa Universitas Ibrahimi punya peluang yang sama dalam kepemimpinan dalam bidang apapun, baik di eksekutif maupun legislatif. Kuncinya percaya diri, tidak boleh ketinggalan dengan kekuatan lain, sehingga saya yakin akan lahir pemimpin masa depan yang menjadi ujung tombak masa depan Indonesia,” sambung Gus Muhaimin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, ada tiga tantangan yang harus segera dibenahi dalam menyongsong perubahan. Pertama, Indonesia harus setara. Menurut Gus Muhaimin, sistem ekonomi Indonesia yang belum adil harus lekas dibenahi agar kesetaraan itu terwujud.

“Ada yang sangat kaya, tapi ada juga yang sangat miskin. Ada kesenjangan ekonomi yang harus diselesaikan bangsa kita. Saya sudah berupaya menawarkan kepada presiden dan semua pihak bahwa Indonesia ini harus setara. Karena kalau tidak bisa memunculkan kerawanan-kerawanan dan konflik,” paparnya.

Kedua, Indonesia profesional. Gus Muhaimin menjelaskan bahwa pada tahun 2030 mendatang jumlah angkatan muda di Indonesia diperkirakan akan meledak hampir 40 persen dari seluruh populasi.

“Ini kita tawarkan Indonesia profesional, tangguh dan siap bersaing dengan siapapun. Anggaran-anggaran harus dialihkan pada investasi untuk kaum muda. Infrastruktur sudah cukup. Kita harus topang kaum muda sesuai kebutuhan masa depan,” ungkapnya.

Ketiga, Indonesia lestari di mana ekonomi Indonesia hanya bergantung pada beberapa aspek, antara lain tambang. Ini harus diubah bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas pembangunan Indonesia.

“Indonesia diharapkan menjadi solusi kelestarian dan berkontribusi bagi keselamatan dunia, baik alamnya maupun peradabannya. Insyaallah Indonesia bersama santri dan juga ulama ahlussunnah waljamaah bisa menjadi alternatif bukan hanya bagi kita, tapi juga dunia,” tandasnya.