Gerbang Tani: Peta Jalan Indonesia Maju Jadi Harapan Baru Bagi Petani

Rahmad Novandri | Rabu, 05/01/2022 19:52 WIB
Gerbang Tani: Peta Jalan Indonesia Maju Jadi Harapan Baru Bagi Petani Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) Idham Arsyad. (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Mengawali tahun 2022, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin selaku Ketua Dewan Pembina Gerbang Tani menyampaikan pidato awal tahun, dalam pidato tersebut cukup menarik karena salah satunya membahas mengenai harapan agar petani dan nelayan di Indonesia menjadi Maju.

Gus Muhaimin menyampaikan bahwa para Petani dan Nelayan perlu didukung oleh subsidi dan sarana infrastruktur memadai. Selain itu, hal yang juga penting yaitu Konsesi lahan dan pertanian untuk organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah seperti yang dilansir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta subsidi modal kerja bagi Petani dan Nelayan, dengan Bunga Nol Persen. Gus Muhaimin juga memberikan catatan aksi untuk sektor prioritas yang berkaitan dengan petani dan nelayan yaitu perlunya penggunaan teknologi pengolah produk pertanian seperti kopi, kakao, ikan, dll.

Bak gayung bersambut, Gerbang Tani melalui Ketua Umumnya Idham Arsyad menyambut baik apa yang disampaikan oleh Gus Muhaimin dalam pidato Peta Jalan Indonesia Maju tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan Gus Muhaimin menjadi harapan baru bagi petani dan Nelayan di Indonesia.

Idham menerangkan, peta jalan Indonesia Maju bagi petani dan nelayan yang disampaikan oleh Gus Muhaimin dapat dijadikan aksi nyata oleh Gerbang Tani dari Pusat sampai Pengurus Cabang. Untuk mengimplementasikannya Gerbang Tani akan melakukan aksi nyata dengan mencetak 1 juta kader petani dan nelayan Muda yang dibekali dengan kemampuan memanfaatkan teknologi pertanian dan perikanan agar para petani dan nelayan tersebut dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil pertanian dan perikanan.

Idham juga mengatakan diperlukan program redistribusi lahan untuk para petani atau reforma agraria, hal tersebut menjadi modal utama untuk berkembangnya pertanian Indonesia. Tanpa adanya lahan yang cukup maka akan sulit untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia.

Gerbang Tani menyambut baik Konsesi lahan dan pertanian untuk organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Menurut Idham, pemerintah harus memprioritaskan lahan-lahan untuk diolah oleh Petani, tentunya lahan-lahan yang akan diberikan kepada petani nanti pemanfaatannya harus disesuaikan dengan karakteristik lahan didaerah, karena bisa jadi di setiap daerah berbeda, ada yang cocok untuk tanaman pangan, perkebunan seperti kopi, tebu, sawit, karet, kakao dan tanaman lainnya.

Idham juga menyoroti mengenai mahalnya harga pupuk, padahal menjadi hal pokok dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Pemerintah harus lebih memperhatikan masalah ketersediaan dan harga pupuk bagi Para Petani.

Selain itu, Idham juga menyoroti HPP Hasil pertanian yang masih belum sesuai dengan besarnya Biaya Pokok Produksi yang dikeluarkan para petani, pemerintah perlu melakukan perubahan terhadap HPP produk hasil pertanian agar para petani dapat merasakan keuntungan yang cukup dan tidak mengalami kerugian. 

Gerbang Tani juga mendorong agar pemerintah membuat program-program bagi para petani dan nelayan muda agar semakin banyak generasi muda yang berminat terjun disektor pertanian dan perikanan. Karena saat ini minat generasi muda untuk menjadi petani dan nelayan mengalami penurunan.