Gus Muhaimin Jajal Sensasi Rafting di Sungai Ayung, Bali

Ahmad Zubaidi | Jum'at, 15/10/2021 12:34 WIB
Gus Muhaimin Jajal Sensasi Rafting di Sungai Ayung, Bali Gus Muhaimin bersama istri menjajal sensasi rafting di sungai Ayung, Bali (foto istimewa)

RADARBANGSA.COM - Pariwisata Bali mengalami ”mati suri” selama hampir dua tahun belakangan, seiring terjadinya pandemi Covid-19 yang diiringi penutupan objek pariwisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kini, menyusul mulai menurunnya kasus Covid-19 di Tanah Air, perlahan namun pasti, geliat pariwisata Bali kembali pulih. Apalagi, pemerintah juga berencana membuka kembali kunjungan pariwisata di kepulauan seperti Bali maupun Kepulauan Riau (Kepri) bagi wisatawan asing.

Sebagai upaya mendukung agar pariwisata Bali kembali bergairah, Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra pun berwisata ke sejumlah objek pariwisata Bali pada Senin, 11 Oktober 2021. Seperti Tanah Lot, Danau Batur Kintamani, bersepeda keliling wilayah hingga wisata rafting di Sungai Ayung, Ubud. Refreshing ini dilakukan di sela kegiatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Ikut mendampingi Gus Muhaimin dalam kegiatan rafting tersebut, sang istri tercinta, Rustini Muhaimin, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berserta istri, Chalimatus Sa’diyah, Anggota Komisi X (Bidang Pariwisata, Pendidikan, dan Olahraga) DPR RI Hasanuddin Wahid, dan pengurus DPP PKB Bambang Susanto.

Bagi Gus Muhaimin, melakukan rafting atau wisata arung jeram di Sungai Ayung, Ubud, Bali memberikan kesan tersendiri. Apalagi, sudah cukup lama sejak pandemi, tidak bisa berwisata.

Sungai Ayung merupakan salah satu sungai di Bali yang dikenal sebagai salah satu sungai tempat rafting yang cukup seru. Arusnya memang tak sebesar Sungai Telagawaja, tapi itu yang justru menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan kayuhan dengan tenaga yang lebih ekstra untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Rombongan tiba di starting point rafting Sungai Ayung sekitar pukul 09.30 WITA. Oleh para pemandu wisata, Gus Muhaimin beserta rombongan kemudian diberikan briefing dan melakukan starching dengan mengenakan perlengkapan rafting seperti rompi pelampung dan helm, serta dayung. Sekitar pukul 10.00, rombongan mulai menuruni sungai dengan melewati jalan tangga setapak sebanyak 150 anak tangga. Tantangan pun dimulai. Diperlukan kehati-hatian ekstra dalam perjalanan menuruni setiap anak tangga menuju sungai karena jalanan yang licin. Namun, pandangan mata mulai disuguhi dengan segarnya pemandangan dedaunan hijau dan tebing-tebing yang menjulang tinggi.

Setelah tiba di bibir sungai, sensasi baru mulai terasa. Begitu mencelupkan kaki di sungai, kesegaran Sungai Ayung mulai terasa. Ceess….! Airnya dingin dan sangat segar. Petualangan pun dimulai dengan menaiki perahu boat. Ketika perjalanan menaiki perahu boat dimulai, ada sensasi baru ketika para pemandu dari Red Paddle Rafting Bali mulai memancing ”keributan” dengan memukulkan dayung ke sungai. Cipratan air sungai mengenai tubuh. Para peserta rafting pun terpancing untuk saling balas menarik dayung masing-masing agar air sungai bisa mengenai tubuh pengguna perahu boat lainnya. Tak terkecuali Gus Muhaimin dan istri yang juga ikut saling menyerang pengguna boat lainnya sehingga tercipta keseruan di antara para peserta. Aksi saling ”balas” percikan air pun memberikan sensasi tersendiri.

Secara berlahan, perahu boat mulai berjalan menyusuri Sungai Ayung. Disini petualangan benar-benar dimulai. Selama sekitar 2,5 jam menyusuri arus sungai, kesegaran benar-benar terasa. Adanya cukup banyak bebatuan di sungai membuat perahu boat tidak selalu berjalan mulus sehingga dibutuhkan usaha lebih ekstra ketika perahu menyangkut di bebatuan. Sesekali tubuh serasa dibanting ketika menyusuri arus yang deras dan rute yang berliuk. Namun, justru pada momentum seperti itu sensasi rafting terasa sangat menyenangkan.

Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai, di kanan kiri sungai juga disuguhi pemandangan alam yang benar-benar aduhai. Rindangnya pepohonan hijau memberikan kesan tersendiri. Ditambah dengan kicauan burung liar di sepanjang perjalanan semakin memberikan kesan alam yang masih terjaga kelesatariannya.

Tebing-tebing menjulang tinggi di kanan dan kiri sungai juga menjadi pemandangan alam yang cukup memanjakan mata. Kesan kesegaran semakin terasa ketika di beberapa titik, terdapat suguhan air terjun yang cukup menggoda untuk dijadikan sebagai spot pengambilan gambar yang benar-benar memukau.

Di tengah perjalanan sebelum mencapai titik finish, Gus Muhaimin beserta rombongan berhenti menepi sejenak menikmati buah durian jatuhan matang pohon yang dipesan dari warga kampung di sekitar sungai. Sekitar pukul 12.30 WITA, Sekitar 2,5 jam mengarungi perjalanan rafting di Sungai Ayung, rasa capai pun terbayar lunas dengan kesegaran dan sensasi nikmatnya rafting.

”Alhamdulillah, bersyukur Bali sudah dibuka kembali. Ayo kita datang ke Bali untuk menikmati Sungai Ayung yang nikmatnya minta ampun. Dahsyat sekali. Ayo kita rafting bareng-bareng. Nikmatnya luar biasa. Sungai Ayung debit airnya tinggi, arusnya deras. Nikmati alam dengan pemandangan yang sangat bagus, luar biasa,” ungkap Gus Muhaimin mengakhiri petualangannya di Sungai Ayung. (*)