Gus AMI Tegaskan Pembangunan SDM Kunci Kemajuan Bangsa

Rahmad Novandri | Senin, 17/05/2021 17:54 WIB
Gus AMI Tegaskan Pembangunan SDM Kunci Kemajuan Bangsa Ketua Umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI). (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam kemajuan sebuah bangsa. Indeks pembangunan SDM yang rendah mengakibatkan rendahnya daya saing bangsa.

“Hal ini bermuara pada rendahnya inovasi, pendapatan per kapitanya, hingga rendah rasio gizinya. Itu semua akhirnya berpengaruh pada rendahnya indeks kebahagiaan warga," kata Gus AMI, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 17 Mei 2021.

Dia menilai, misi pemerintah untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai langkah yang tepat. Menurutnya, tidak ada negara maju tanpa SDM unggul, karena itu keinginan Presiden Jokowi harus didukung dan diwujudkan, salah satunya dengan bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat.

"Tingkat literasi kita bisa meningkat. Ironis sekali kalau melihat data tingkat literasi kita dibandingkan beberapa negara lainnya," ujar Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Gus AMI mengatakan, tingkat literasi masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah, karena hanya menempati ranking ke-62 dari 70 negara, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal itu, menurutnya, mengacu pada hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2019.

"Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Hasil riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca," katanya lagi.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena pada periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan SDM unggul menjadi salah satu prioritas. Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional pada Senin, 17 Mei 2021, Gus AMI meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim harus melakukan berbagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

"Selain itu, Kemendikbudristek juga harus melakukan digitalisasi produk buku untuk memberikan kemudahan akses membaca kepada masyarakat," tuturnya.

Menurut Gus AMI, dengan situasi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, upaya peningkatan minat baca harus lebih serius lagi dijalankan karena proses belajar mengajar di sekolah berjalan secara timpang dan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga berjalan kurang maksimal. Karena itu, Gus AMI menilai yang bisa dilakukan adalah bagaimana anak-anak didik di masa pandemi bisa lebih banyak memanfaatkan waktunya dengan membaca di rumah.

Untuk itu, Gus AMI memandang harus ada kampanye sebuah gerakan mencintai buku, gerakan peningkatan literasi, dan itu harus diinisiasi oleh Kemendikbudristek sebagai lokomotif pendidikan nasional.