Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj Sapa Gus AMI `Calon Presiden 2024`

M. Isa | Senin, 05/04/2021 16:31 WIB
Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj Sapa Gus AMI `Calon Presiden 2024` Ketua Majelis IKA PMII Gus Doktor Muhaimin Iskandar (foto: radarbangsa/ Bang AL)

RADARBANGSA.COM – Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj sempat menyapa Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI dalam acara pembukaan Muktamar Pemikiran Dosesn PMII di Kampus IAIN Tulungagung, Jawa Timur, Senin 5 April 2021.

“Yang saya hormati, Ketua Majelis IKA PMII Gus Doktor Muhaimin Iskandar, Calon Presiden 2024,” kata Kiai Said Aqil Siraj dalam sambutannya secara daring.

Terlihat di lokasi acara, Gus AMI yang juga Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Anggota DPR RI FPKB Anggia Ermarini serta tokoh PMII lainnya.

Sementara itu, menanggapi sapaan Kiai Said Aqil Siraj tersebut, Gus AMI mengatakan, sebagai ketua umum partai politik, pihaknya mengklaim memiliki amanah untuk menjadi calon presiden. Namun Pilpres masih lama.

“Sebagai Ketua Umum (PKB) memiliki amanah untuk itu, tapi ya kita masih lama, yang penting kerja maksimal saja,” kata Gus AMI.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra itu hadir sekaligus mumbuka secara resmi Muktamar Pemikiran Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di UIN Tulungagung pada Senin-Rabu, 5-7 April 2021.

Gus AMI mengaku bangga bisa menghadiri Muktamar Pemikiran Dosen PMII lantaran serasa bernostalgia dengan organisasi yang dia geluti semasa kuliah di Yogyakarta dulu. Terlebih acara besar itu digelar disaat Indonesia berjuang mencari solusi terbaik terbebas dari pandemi.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini, mengapa? Karena di tengah pandemi, ancaman resesi di belahan dunia menyeruak sebuah acara Muktamar Pemikiran Dosen PMII ini,” kata Gus AMI dalam sambutannya.

Muktamar tersebut dinilai Gus AMI sangat tepat digelar saat ini. Dia menjelaskan bangsa Indonesia, bahkan dunia, saat ini sedang gelisah sekaligus berjuang mencari solusi yang tepat dan efektif.

“Lalu lahirlah gagasan untuk bersama-sama berfikir menggunakan berbagai kajian, teori dan seluruh ilmu-ilmu yang ada di kampus maupun di luar kampus, wabil khusus para dosen PMII untuk menggagas (dan) mencari solusi problematika itu,” ungkap Gus AMI.