Surabaya Klaim Sukses Terapkan PPKM Tekan Covid-19

Ahmad Zubaidi | Rabu, 03/02/2021 06:59 WIB
Surabaya Klaim Sukses Terapkan PPKM Tekan Covid-19 Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. (Foto: 62ckrmcom)

RADARBANGSA.COM - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) dinilai banyak tidak efektif, terutama di wilayah Jawa dan Bali.

Meski begitu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana justru mengklaim penerapan PPKM di Surabaya efektif menekan penyebaran Covid-19. Sebelum diterapkan PPKM, Surabaya masih berstatus Zona Oranye.

“Pas kemarin ketemu Pak Wamenkes (Wakil Menteri Kesehatan), Surabaya sudah disebut zona kuning artinya untuk Surabaya (Penerapan PPKM) itu efektif,” tutur Whisnu usai melakukan Peninjauan Lapangan di Gor Thor, Selasa, 2 Februari 2021.

Wisnu menekankan adanya pengetatan pada poin-poin tertertu. Diantaranya akan dibuka posko-posko pengawasan di Pasar-pasar tradisional untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan (Prokes). Pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pengawasan tersebut.

"Sebab disitu salah satu titik yang krusial,” tegasnya.

Di sisi lain, penambahan jumlah angka terkonfirmasi di Surabaya juga menurun. Yakni berada di bawah 80 orang dalam satu hari. Untuk itu, pihaknya berupaya terus menekan angka kematian akibat COVID-19 di Surabaya dengan cara mengajak warga penyintas COVID-19 mendonorkan plasma convalescent.

Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya juga segara meresmikan Gerakan ‘Arek Suroboyo Rame-Rame, Wani Donor Plasma Convalescent’.

Merujuk data dari PMI Kota Surabaya yang diketahui, Plasma Convalescent yang didonorkan mencapai 4000 bag di Surabaya. Laporan PMI Surabaya, stok Plasma Convalescent Surabaya tertinggi di Indonesia yakni 4000 bag. Sementara di DKI Jakarta hanya 2500 bag.

"Saya berharap arek-arek Suroboyo yang penyintas wani (berani) donor Plasma Convalescent untuk menekan angka kematian," pungkas Whisnu.