Gus AMI: Pesantren Hadir Menjadi Solusi Darurat Pendidikan

Ahmad Zubaidi | Selasa, 17/11/2020 11:28 WIB
Gus AMI: Pesantren Hadir Menjadi Solusi Darurat Pendidikan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menyapa warga Demak secara virtual di Demak (foto Radarbangsa/Dam)

DEMAK, RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI menyatakan, bangsa Indonesia bisa bertahan di tengah Covid-19 karena punya kekuatan, solidaritas dan bahu membahu serta saling menopang satu sama lain.

“Kekuatan ini yang tidak dimiliki negara lain. Pemerintah juga berbuat baik dengan kebijakan-kebijakannya. Karena itu mari kita solidkan barisan dan kekompakan, insyaallah dengan itu bisa meredam covid-19,” kata Gus AMI saat menyapa warga Demak secara virtual di Demak, Selasa, 17 November 2020.

Di tengah kondisi itu, lanjut Gus AMI, tidak ada pilihan bagi setiap elemen masyarakat kecuali tetap eksis, mandiri, kuat dan menjalankan semua aktifitas yang mampu dilakukan dengan baik. Semua industri juga macet yang mengakibatkan PHK. Sehingga daya beli menurun.

Oleh karena itu, Gus AMI mengutarakan tiga penanganan darurat yang didorong PKB. Pertama, darurat pendidikan harus diantisipasi dengan baik. Gus AMI bersyukur pesantren sejauh ini hadir menjadi solusi darurat pendidikan yang terbaik hari ini. Pesantren telah memberikan jalan keluar saat pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak efektif.

“Saya berpesan Bu Esti (Estianah, Calon Bupati Demak) maupun pak Ali (Ali Makhsun, Calon Wakil Bupati Demak), saya minta pendidikan dijadikan prioritas, terutama di pesantren. Saya juga sudah meminta Mendikbud untuk turun melihat fakta itu. Demak harus menjadi contoh bagi Indonesia dan negara lain,” tutur Gus AMI.

Kedua, darurat ekonomi. Gus AMI menyatakan, darurat ekonomi perlu diantisipasi baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha dan lembaga pendidikan yang mencetak kapasitas dan pelaku usaha sebanyak mungkin.

“Bu Esti, saya minta UKM ini harus menjadi motor penggerak ekonomi di Demak. Saya juga mendorong pesantren mencetak enterpreneurship sebanyak mungkin. Negara maju jika 2,5 persen penduduknya adalah enterpreneur,” tutur Gus AMI.

Ketiga, kerawanan-kerawanan krisis. Baik krisis ekonomi yang bisa berdampak pada ketimpangan, krisis sosial yang menyebabkan kekerasan, perpecahan dan kriminalitas yang meningkat.

Gus AMI menyatakan, tidak  ada pilihan bahwa jalan menyelesaikan persoalan itu adalah dengan menggalakkan infaq, sodaqoh dan zakat. Ketiganya bisa menjadi solusi bagi krisis sosial di tengah pandemi Covid-19.

“Saya instruksikan kader PKB menjadi motor penggerak mengoptimalkan kebijakan infaq, zakat dan sodaqoh di Demak. Dan Insyaallah kalau pasangan nomor 1 ini menang, semua itu akan kita atasi,” tukas Gus AMI.

Dalam kesempatan itu, hadir secara virtual 100 nelayan Bonang, 100 petani Dempet, 100 guru ngaji di Mranggen, dan 100 pelaku UMKM di Pasar Wonosalam. Hadir pula Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Fathan Subchi, Ketua DPW PKB Jateng, KH. Yusuf Chudlory dan Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman.