Aktivitas Gunung Sinabung Siaga, ESDM Imbau Masyarakat Waspada

Anata Lu’luul Jannah | Sabtu, 31/10/2020 13:42 WIB
Aktivitas Gunung Sinabung Siaga, ESDM Imbau Masyarakat Waspada Gunung Sinabung masih dalam pantuan (Doc: KESDM)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Sinabung pasca fenomena erupsi pada Sabtu sore kemarin.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM menulis peringatan ini dengan melarang warga bekeliaran dalam radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Sinabung.

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," seperti yang dilansir oleh magma.esdm.go.id

Dalam imbauan tersebut pemerintah menyampaikan jika aktivitas erupsi di Gunung Sinabung sebetulnya sudah cenderung menurun, hal ini berdasarkan laporan terakhir yang dirilis oleh pos pengamatan Gunung Sinabung pada tengah malam yang menunjukkan Gunung Sinabung sudah terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.

“Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur, tenggara dan selatan. Sementara untuk suhu udara sekitar 16-26 derajat  celcius dengan intensitas curah hujan 21 mm per hari,” ungkap TIM Pemantau PVMBG, Sabtu 31 Oktober 2020.

PVMBG kemudian mengimbau apabila terjadi hujan abu, masyarakat harus memakai masker jika keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, dianjurkan untuk mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Kementerian ESDM berharap masyarakat sekitar diharapkan tetap mengikuti arahan pemerintah setempat atau bisa mengikuti perkembangan informasi gunung tersebut melalui aplikasi MAGMA, menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Sinabung terdekat, melalui laman resmi media sosial PVMBG (twitter: @vulkanologi_mbg, instagram: @pvmbg_kesdm) dan laman website https://vsi.esdm.go.id/

Sebagai informasi, Gunung Api Sinabung sendiri mengalami erupsi sejak tahun 2013. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 September 2020 menghasilkan tinggi kolom erupsi berwarna kelabu setinggi 800 meter di atas puncak. Sementara tingkat aktivitas diturunkan menjadi Level III (Siaga) sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10:00 WIB.