Gus AMI: Sarbumusi Harus Mampu Hadapi Problem Buruh Ditengah Pandemi

Rahmad Novandri | Sabtu, 26/09/2020 18:50 WIB
Gus AMI: Sarbumusi Harus Mampu Hadapi Problem Buruh Ditengah Pandemi Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI (Wakil Ketua DPR RI). (foto: PKB)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI H Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI berharap Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama mampu menghadapi setiap tantangan COVID-19 yang menyasar buruh di Indonesia. Menurutnya, tantangan COVID-19 seperti tingginya angka pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan melemahnya ekonomi menjadi perhatian khusus oleh semua pihak termasuk oleh DPR RI.

Gus AMI mengungkapkan, masalah ekonomi dan kesehatan merupakan dua hal utama yang harus diperjuangkan karena menyangkut sendi kehidupan bangsa. Masa sulit seperti sekarang ini, lanjutnya, menjadi ujian yang harus diuraikan K-Sarbumusi sebab bersentuhan langsung terhadap nasib buruh di tanah air.

Meski begitu, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini optimistis K-Sarbumusi mampu membantu pemerintah menangani ancaman resesi ekonomi maupun ancaman COVID-19 kepada buruh di kluster perusahaan.

“Saya rasa di berbagai perusahaan di Sumatera, Kalimantan, di Sulawesi di Jawa apalagi itu menjadi kekuatan yang eksis dan tentu mulai memberikan manfaat kepada anggota wabil khusus anggota sarikat buruh,” kata Gus AMI saat memberikan sambutan di Harlah ke-65 K-Sarbumusi yang disiarkan secara virtual, Jumat, 25 September 2020.

Gus AMI yang juga Dewan Pembina K-Sarbumusi ini memaparkan, di tengah tantangan COVID-19 maupun tantangan ekonomi yang dihadapi, justru menjadi peluang tersendiri bagi K-Sarbumusi untuk terus eksis. Tantangan itu dapat dilalui dengan kemampuan mencari jalan sempit dari setiap persoalan buruh yang ada.

“Saya mendengar saat ini banyak kluster-kluster COVID-19 di perusahaan. Saya juga mendengar sulitnya isolasi dan sulitnya menangani di perusahaan, tentu ini tantangan paling nyata,” ujarnya.

Pada harlah ke-65 tahun itu, selain Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskanddar, hadir pula Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan RI Hj Ida Fauziah, Presiden K-Sarbumusi NU H Syaiful Bahri Ansori, Sekjen K-Sarbumusi Eko Darwanto, dan ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Sarbumusi NU.

Sebagai informasi, Sarbumusi lahir di Pabrik Gula Tulangan, Sidoarjo Jawa Timur pada tanggal 27 September 1955. Proses kelahiran Sarbumusi berawal dari Muktamar Partai Nahdlatul Ulama (NU) ke-20 di Surabaya Tahun 1954. Kelahiran Banom NU ini dilatarbelakangi oleh kepedulian NU kepada para buruh.

Sejak kelahirannya, Sarbumusi berhasil mendapatkan sambutan positif dari kalangan buruh. Sekalipun berafiliasi pada kelompok politik Islam, dalam perkembangannya Sarbumusi tidak saja memperjuangkan kepentingan buruh Islam.