Serap Aspirasi Raperda, Pansus DPRD Jabar Roadshow ke Sejumlah Pesantren

Ahmad Zubaidi | Minggu, 14/06/2020 06:42 WIB
Serap Aspirasi Raperda, Pansus DPRD Jabar Roadshow ke Sejumlah Pesantren Ketua Pansus VII Raperda Pesantren DPRD Jabar, Sidkon Jampi memberi kenang-kenangan kepada salah satu pengasuh Ponpes di Jabar (foto istimewa)

BANDUNG, RADARBANGSA.COM - Dalam rangka konsultasi rencana pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren di Jawa Barat, panitia khusus (pansus) Raperda VII tentang Penyelenggaraan  Pesantren roadshow ke sejumlah ponpes yang ada di Jawa Barat.

Ketua pansus VII DPRD Provinsi Jawa Barat Sidkon Djampi mengatakan, pondok pesantren adalah pendidikan khas nusantara yang mandiri. Pesantren ada sebelum negara Indonesia ada dan keberadaannya hingga saat ini masih eksis dan mewarnai masyarakat.

Keberadaan UU Pondok Pesantren no 18 tahun 2019 dan di Jawa Barat reperda pondok pesantren yang tengah di "godog" merupakan upaya agar negara hadir untuk memajukan pendidikan pesantren. Dengan adanya UU serta  adanya perda ponpes nanti, kalangan pesantren diharapkan bisa lebih maju dalam mengelola ponpesnya.

"Hadirnya negara lewat UU pesantren dan kita tindaklanjuti dengan perda tentang Penyelenggaraan Pesantren ini adalah sebagai _guide lines_ bagi pengembangan pesantren. Diharapkan undang-undang dan perda ponpes ini menjadi instrumen optimalisasi untuk mencapai pesantren yang maju dan lebih baik," ujar Sidkon, 13 Juni 2020.

Untuk itu, tutur politisi PKB itu, guna mematangkan raperda menjadi perda penyelenggaraan pondok pesantren, pansus VII DPRD Jabar mengunjungi pondok-pondok pesantren, guna melihat secara langsung kondisi ponpes, untuk menyerap saran dan masukan serta gagasan ideal untuk keutuhan perda pondok pesantren.

Sampai hari Jumat, 12 Juni 2020, pihaknya mengunjungi pondok-pondok pesantren yang berada di Babakan Ciwaringin Cirebon. Di sana mendapati fakta yang menarik, yakni Babakan adalah nama desa di Kecamatan Ciwaringin Cirebon, yang di dalamnya terdapat  sekitar 50 pondok pesantren, dengan jumlah santrinya sebanyak 10 ribu, melebihi jumlah penduduknya sendiri.

Di sana pihaknya berdialog dengan para masyayikh dan sesepuh pondok-pondok pesantren Babakan Ciwaringin, di antaranya KH. Zamzami Amin, KH. Azka Hammam Syaerozy, Lc, DR KH. Affandi Muchtar (Ketua Forum Komunikasi Pest. Babakan), KH. Aziz Hakim Syaerozy, MSi, KH. Ahmad Mufid Dahlan, KH. Nawawi Tamam, dan DR. KH. Arwani Syaerozy. Dalam kesempatan ini, hadir pula santriwan dan santriwati yang tidak pulang kampung, sejak pandemi Covid-19 terjadi. 

"Alhamdulillah, kami disambut hangat para sesepuh pondok pesantren baik saat kunjungan ke Babakan Ciwaringin Cirebon maupun saat kunjungan ke ponpes Cadangpinggan Indramayu. Seperti halnya di Pesantren Babakan, kami berbincang langsung dengan para sesepuh, di Pesantren Cadangpinggan juga kami diberi masukan langsung oleh  Buya Syakur Yasin,” ungkapnya.