Terima Kunjungan Pengurus Liga Muslim Dunia, Kiai Said Paparkan Tujuan NU Didirikan

Rahmad Novandri | Kamis, 27/02/2020 21:26 WIB
Terima Kunjungan Pengurus Liga Muslim Dunia, Kiai Said Paparkan Tujuan NU Didirikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan sejumlah pengurus menerima kunjungan Rabithah Alam Islami Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Issa dikantor PBNU, Jakarta, Kamis (27/2). (Foto: twitter @nahdlatululama)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Sekjen Rabithah Alam Islami Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Issa bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. Tak hanya bersilaturahim, PBNU juga membuka dialog bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Syekh al-Issa dengan tema Islam Risalah Kebudayaan dan Peradaban di Aula Lantai 8.

Baca Juga: Tegas! Ketum PBNU Tolak Pemulangan eks ISIS

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said menyampaikan bahwa NU sebagai sebuah organisasi berdiri atas dua fondasi, yakni toleransi dan moderatisme. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan ini memaparkan bahwa tujuan didirikannya NU adalah guna memperkuat persaudaraan sesama Muslim, sebangsa, dan juga antarumat manusia.

“Tujuan yang diharapkan ada tiga, yakni penguatan persaudaraan Islam, penguatan persaudaraan kebangsaan, dan penguatan persaudaraan kemanusiaan,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, NU sejak dulu menetapkan bahwa seluruh warga negara adalah saudara, bukan musuh yang harus diperangi. Mereka tetap dihormati meskipun berbeda kepercayaan, suku, budaya, maupun bahasanya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Masih Timpang, PBNU Kritik Pemerintah

Tak ayal, perbedaan kepercayaan dan keyakinan yang begitu kompleks itu tidak membuat masyarakat Indonesia bermusuhan, tetapi justru hidup dalam biduk keharmonisan.

“Alhamdulillah, kami hidup dengan damai, penuh kasih, jauh dari permusuhan,” ucapnya.

Diketahui, Diskusi ini juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PBNU KH Zaki Mubarok, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Umum PBNU Mohammad Maksoem Machfudz, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Eman Suryaman, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini. Turut hadir Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid.