Gus Muhaimin Hadiri COP25 di Madrid, Bawa Gagasan Perubahan Iklim Dunia

Ahmad Zubaidi | Senin, 02/12/2019 12:44 WIB
Gus Muhaimin Hadiri COP25 di Madrid, Bawa Gagasan Perubahan Iklim Dunia Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua DPR Kroasia Zeljko Reiner (foto: Istimewa)

MADRID, RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin hari ini dijadwalkan menghadiri pembukaan Konferensi Perubahan Iklim (COP25) PBB di Madrid, Spanyol. Acara ini akan digelar mulai 2 hingga 13 Desember 2019.

COP25 merupakan konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Konferensi tersebut menjadi ajang negara peserta membahas aksi nyata melawan dampak perubahan iklim. Konferensi ini akan berlangsung di bawah Presidensi Pemerintah Chili dan akan diadakan dengan dukungan logistik dari Pemerintah Spanyol.

Dalam kesempatan ini, Gus Muhaimin akan ikut serta mengajukan dan mendiskusikan gagasan mencegah dampak perubahan iklim di dunia internasional. Menurut dia, konferensi ini juga sarana implementasi Paris Agreement yang akan dimulai pada 2020.

“Secara historis Indonesia memiliki peran penting sebagai pionir Perjanjian Paris. Indonesia juga berkomitmen untuk mereduksi emisi pra 2020 yaitu sebesar 26 persen atas inisiatif Indonesia dan 41 persen dengan bantuan internasional,” kata Gus Muhaimin di Madrid, Senin 2 November 2019.

Kehadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sebagai aksi nyata dari dukungan politik bagi Delegasi Indonesia karena memang membutuhkan aksi kolaborasi semua pihak.

Pada konferensi COP24 di Polandia, sebagian besar pedoman implementasi Perjanjian Paris disepakati, dengan pengecualian Pasal 6 Perjanjian Paris. Pasal 6 adalah untuk memberikan pedoman tentang bagaimana pasar iklim internasional akan bekerja, sebagai komponen kunci dari kotak alat ekonomi dunia untuk mengatasi perubahan iklim.

Pada agenda COP25 di Madrid tahun ini, cakupan bahasan akan semakin diperluas, mulai dari sistem adaptasi, kehilangan dan kerusakan, transparansi, keuangan, pengembangan kapasitas, masalah adat, lautan, kehutanan, gender dan sebagainya.

Menurut Gus Muhaimin, COP25 tak hanya akan digelar secara monoton dalam satu forum, namun juga dalam bentuk negosiasi untuk mencapai kesepakatan sangat dinamis di luar forum. Dia menjelaskan akan melakukan pertemuan bilateral pula dengan pemimpin dunia untuk melobi gagasan-gagasan Indonesia tentang dampak perubahan iklim.

"Nanti ada Paviliun Indonesia juga (di arena COP25). Di sana akan punya 43 talkshow session, nah disitulah akan kita manfaatkan untuk melobi gagasan Indonesia," pungkas Gus Muhaimin.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Patricia Espinosa mengatakan, COP25 adalah konferensi internasional yang sangat penting di tengah dampak perubahan iklim yang semakin cepat, termasuk meningkatnya kekeringan, badai dan gelombang panas di hampir seluruh penjuru dunia.

"Lewat COP25, kita harus segera menggunakan alat kerjasama multilateral untuk membuat dunia menjadi lebih tangguh," kata Patricia.