Lagi, Kemenkes Kirim Bantuan Tenaga Kesehatan dan Obat-Obatan ke Asmat

Rahmad Novandri | Senin, 05/02/2018 21:11 WIB
Lagi, Kemenkes Kirim Bantuan Tenaga Kesehatan dan Obat-Obatan ke Asmat Kemenkes RI mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan ke Asmat, Papua. (Dok Kemenkes RI)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Kementerian Kesehatan kembali mengirimkan tenaga kesehatan tambahan untuk membantu mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Bantuan tambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan dikirimkan ke Agats, Asmat untuk memperkuat layanan kesehatan yang sudah disediakan sebelumnya.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Senin, 5 Februari 2018, Kemenkes mengirimkan 31 tenaga kesehatan dan pendukung operasional serta 213 kilogram obat-obatan dan perbekalan kesehatan.

"Obat-obatan itu berupa ambroxol, amoksisilin, parasetamol, deksametason dan berbagai vitamin," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi dalam pernyataannya.

Sementara itu, tenaga kesehatan tambahan terdiri dari dua dokter spesialis anak, satu dokter spesialis anestesi, satu dokter spesialis gizi klinik, satu dokter spesialis kebidanan dan kandungan, tujuh dokter umum, 10 perawat, satu apoteker, satu ahli gizi dan satu tenaga surveilans.

Seluruh tenaga kesehatan ini ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Agats dan beberapa puskesmas di distrik yang masih sangat membutuhkan tenaga dan pelayanan kesehatan.

"(Dengan ini) Diharapkan agar status KLB Campak dan Gizi Buruk dapat segera berakhir."

Pengiriman tenaga kesehatan dari Kemenkes ini merupakan gelombang ketiga sejak pertama kali dilakukan pada 15 Januari 2018 lalu. Total tenaga kesehatan yang sudah dikirimkan ke Asmat sampai saat ini mencapai 106 orang tenaga kesehatan dan 589 kilogram obat-obatan, PMT ASI, dan bermacam perbekalan kesehatan. 


Berita Terkait :