Bapanas Sebut Koordinasi dan Penguatan Stok Kunci Tangan Stabil Selama Ramadhan

Rahmad Novandri | Jum'at, 04/04/2025 10:03 WIB
Bapanas Sebut Koordinasi dan Penguatan Stok Kunci Tangan Stabil Selama Ramadhan Komoditas pangan. (Foto: InfoPublik)

RADARBANGSA.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa penguatan stok cadangan pangan dan koordinasi antarinstansi hingga operasi pasar pangan murah menjadi kunci stabilitas harga pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 2025.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan kementerian dan lembaga, BUMN, pemerintah daerah, hingga asosiasi pangan untuk memastikan pasokan pangan yang cukup selama Ramadhan hingga Lebaran. 

"Jadi kuncinya (sehingga harga pangan stabil) salah satunya adalah kolaborasi. Selain persiapan, berikutnya adalah tadi cadangan pangan pemerintah," kata Arief pada Rapat Koordinasi dalam rangka Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pasca-Idul Fitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan Bapanas secara daring, di Jakarta, Kamis (3/4). 

Dia menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor penting dilakukan untuk menciptakan kestabilan harga pangan selama masa Ramadhan hingga Lebaran, termasuk operasi pasar pangan murah, sehingga masyarakat dapat menjangkau harga yang stabil. 

Ia menyebutkan bahwa salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penguatan stok cadangan pangan pemerintah, khususnya beras, yang kini mencapai hampir 2,2 juta ton.

"Sebelumnya kita sudah mempersiapkan stok cadangan pangan pemerintah. Tahun lalu stok (beras) kita mulai dari 800 ribu ton, naik menjadi 1 juta ton, 1,2 juta ton, 1,5 juta ton. Sampai hari ini 2,2 juta ton. Jadi persiapannya cukup baik tahun ini," tuturnya. 

Bapanas juga berkomitmen untuk terus mengedepankan transparansi dalam setiap langkah pengelolaan cadangan pangan dan distribusinya agar harga pangan tetap terkendali. 

"Ini kita selalu sampaikan kepada publik secara transparan mengenai kalkulasi dari cost structure setiap produk. Utamanya sembilan atau 12 komoditas yang dinaungi Badan Pangan Nasional," tambahnya.