Mendag Sebut Neraca Perdagangan Maret 2021 Tunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Sehat

Rahmad Novandri | Jum'at, 16/04/2021 21:05 WIB
Mendag Sebut Neraca Perdagangan Maret 2021 Tunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Sehat Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (foto: kemendag)

RADARBANGSA.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 yang mengalami surplus sebesar 1,57 miliar dolar AS mengindikasikan pertumbuhan kegiatan ekonomi berjalan baik dan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

“Ekspor nonmigas kita pada Maret 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Impor juga meningkat lumayan tinggi. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi Indonesia,” kata Mendag Lutfi dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

Dipaparkannya, struktur ekspor Indonesia sudah didominasi oleh sektor industri, dengan ekspor barang industri pada Maret 2021 mencapai 80,84 persen dari total ekspor RI. “Jadi Indonesia ini sudah menjual barang-barang industri,” tuturnya.

Namun, dalam hal ini Mendag Lutfi menggarisbawahi tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas. Pertama yakni ekspor besi baja yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Terakhir yakni ekspor otomotif yang menempati lima ekspor terbesar, meningkat 15,48 persen pada triwulan I/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dilansir dari antaranews.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami surplus 1,57 miliar dolar AS pada Maret 2021 dengan total nilai ekspor 18,35 miliar dolar AS dan impor 16,79 miliar dolar AS. Nilai ekspor meningkat 30,47 persen yang terjadi karena peningkatan ekspor yang tinggi baik karena sektor pertanian, industri, maupun sektor tambang.