Luhut: Indonesia Punya Potensi Besar di Sektor Energi Baru

Anata Lu’luul Jannah | Jum'at, 27/11/2020 07:06 WIB
Luhut: Indonesia Punya Potensi Besar di Sektor Energi Baru Tambang Nikel di Indonesia (Doc: MTO)

RADARBANGSA.COM – Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan menyebut jika Indonesia memiliki potensi besar di sektor renewable energy. Akan tetapi hingga saat ini Indonesia dinilai belum mampu memanfaatkan potensi tersebut.

“Pemanfaatannya masih sedikit. Potensi yang dimiliki ialah sebesar 443.208 mega watt yang berasal dari solar, angin, laut, geothermal, hydro, mini & micro hydro, serta biomass,” kata Luhut dalam sebuah webiner daring belum lama ini.

Ia menjelaskan, tahun depan bahwa kemajuan teknologi energi terbarukan akan berkembang seiring dengan penurunan biaya produksi baterai listrik. Sehingga listrik yang dihasilkan dapat disimpan dengan harga yang terjangkau. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan produksi dan inovasi kimia baterai, terutama baterai lithium-ion nikel tinggi.

Indonesia dalam hal ini memiliki keunggulan kompetitif, mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

“Indonesia memiliki cadangan yang cukup untuk bisa menjadi key player dalam industri baterai. Pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik dengan harga terjangkau akan mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” tambah Luhut.

Disaat yang sama ia menegaskan bahwa negara saat ini sedang bertekad dalam mengurangi emisi. Targetnya, pada tahun 2030 akan terjadi penurunan emisi sebesar 29 persen apabila hanya menggunakan upaya nasional dan penurunan sebesar 41 persen apabila mendapat dukungan internasional.

“Penurunan emisi ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Upaya penurunan emisi ini akan dilakukan dalam bentuk pasar kredit karbon, dimana penjual melakukan aktivitas untuk mengurangi emisi dan pembeli melakukan aktivitas yang menghasilkan emisi,” tandasnya.