Digitalisasi Jadi Beban Intelektual Bagi Pelaku Usaha Kalangan Usia Tua

Anata Lu’luul Jannah | Kamis, 08/10/2020 16:16 WIB
Digitalisasi Jadi Beban Intelektual Bagi Pelaku Usaha Kalangan Usia Tua Digitaisasi dalam bentuk pembayaranl (Doc: Matabanuaa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM  - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengatakan jika digitalisasi usaha merupakan sebuah keniscayaan dalam persaingan. Terlebih di saat pandemi ini, bukan mungkin tidak mungkin lagi, pandemi telah memaksa lini usaha tak terkecuali  koperasi untuk masuk ke dunia digital.

“Selain sebuah keniscayaan dalam persaingan usaha atau bisnis, digitalisasi dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis koperasi atau anggota koperasi itu sendiri,” ungkap Rully dalam webiner daring, Kamis 8 September 2020.

Ia memaparkan hal ini penting diketahui bagi anggota koperasi selaku bagian tata kelola koperasi untuk ikut berkembang sebagaimana cita cita awal dari pendirian koperasi.

Rully lantas menjelaskan jika kendala untuk masuk ke dunia digital masih dirasakan koperasi, utamanya bagi anggota koperasi yang memasuki usia 60 ke atas.  

“Menghadapi IT ini, teman teman koperasi banyak yang masih apriori. Bagi mereka teknnologi ini menjadi beban, bukan secara ekonomis tapi beban secara intelektual,” ungkapnya.

“Mengganti hp saja pusingnya bisa dua bulan. Tap memang adaptasi inilah yang dibutuhkan,” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap bantuan dari mass media dan generasi milenial dapat mendesak digitalisasi agar masyarakat dalam berbagai kalangan sosial ekonomi, kalangan usia maupun kalangan budaya untuk membiasakan diri mengenal teknologi digital.

“Agar bisa melakukan akselerasi percepatan untuk menerapkan teknologi informasi sebagai keharusan yang tidak bisa kita hindari,” tandasnya.